Vaksinasi Sapi

/, obat ternak/Vaksinasi Sapi

Vaksinasi Sapi

Pengendalian penyakit hewan adalah suatu upaya mengurangi interaksi antara hospes agent (penyebab penyakit) sampai hanya sedikit hewan yang terinfeksi. Jumlah agen penyakit telah dikurangi atau dimatikan karena hospes telah dilindungi atau infeksi pada hospes dapat dicegah. Cara yang biasa dilakukan yaitu vaksinasi. Bahkan, pemerintah juga mengatur mengenai ternak yang harus divaksinasi. Pembibitan sapi potongharus melakukan vaksinasi dan mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksin yang dipakai dalam kartu kesehatan ternak.

  1. Kegunaan Vaksin

Vaksinasi adalah memberikan antigen untuk merangsang system kekebalan untuk menghasilkan antibody khusu terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan protozoa. Karena tidak ada obat yang efektif dan ampuh untuk pengendalian penyakit viral, vaksinasi merupakan cara yang dapat memberikan efisiensi ekonomis yang besar. Vaksinasi merupakan cara yang dapat memberikan efisiensi ekonmis yang besar. Vaksinasi dirancang untuk mencegah penyakit yang akan datang dan tidak berarti mencegahterjadinya infeksi.

Vaksin bekerja dengan merangsang system kekebalan tanpa dipengaruhi penyakit. Hal ini dicapai dengan menginaktifasi mikroba, dengan menumbuhkannya di laboratorium dalam media biakan (ateunsi). Jika dikenalkan kepada tubuh hewan/ternak, akan merangsang respons kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.

Vaksinasi juga mendukung kepentingan ekonomi yang disebabkan oleh penyakit. Menurunkan kejadian penyakit berarti mengurangi biaya pemeliharaan, mencegah menurunnya pertumbuhan berat badan, dan produksi susu ataupun fertilitas yang diakibatkan oleh penyakit. Beberapa vaksin juga dapat melindungi manusia tertular oleh penyakit zoonosis.

  1. Kegagalan Vaksinasi

Tidak semuanya penerapan program vaksinasi akan selalu memberikan hasil. Kegagaln bias saja terjadi. Berikut beberapa sebab yang mempengaruhi kegagalan vaksinasi.

  • Kesalahn diagnosis penyakit yang mengakibatkan kesalahan dalam memilih vaksin.
  • Masalah penyakit bersifat multifaktorial dengan factor lainnya mendominasi serta mengecilkan arti penyakit.
  • Kesalahan dalam menggunakan vaksin, termasuk di dalamnya kesalahan menyimpan, penggunaan, dan dosisnya.
  • Tantangan yang berlebih oleh infeksi lapangan dalam keadaan kesehatan yang buruk, ventilasi.
  • Banyaknya galur/strain yang tidak dapat dipenuhi oleh vaksin yang digunakan (contoh: coli).
  • Hewan/ternak tidak mampu menghasilkan respons kekebalan yang cukup akibat keadaan tertentu (contoh : stress, penyakit tertentu, nutrisi yang buruk).
  1. Penyakit yang dapat di Vaksin

Vaksinasi mempunyai peranan penting untuk pengendalian epidemi penyakit viral, seperti bovine viral diarrhea dan infectious bovine rhinotracheitis. Vaksin toksoid merupakan vaksin tertua yang telah lama digunakan untuk pencegahan penyakit clostridial, antara lainenterotoxemia, blackleg, malignant edema, bacillary haemoglobinuria, dan black disease.

Vaksin clostridia biasanya multivalen terdiri atas kultur dan toksin beberapa  Clostridium spp. Yang sudah dinonaktifkan. Penyakit-penyakit lain dapat dicegah dengan vaksinasi adalah Salmonellosis, penyakit parasit (cacing paru-paru), penyakit jamur (ringworm), pneumonia (pasteurellosis, respiratory syncytial virus (RSV). Para Influenza-3 (Pl-3) dan Infectious Bovine Rhinotracheitis dan enteritis yang disebabkan oleh virus rota dan E.coli.

sumber buku  “Beternak sapi Limousin” oleh Purnawan yulianto dan  Cahyo saparinto

By | 2016-10-22T03:14:08+00:00 May 15th, 2016|Categories: Kabar Umum, obat ternak|Tags: , , , , , |2 Comments

About the Author:

2 Comments

  1. Parmin Prawira July 13, 2016 at 12:24 pm - Reply

    Tolong merk vaksin yg tepat untuk penggemukan sapi potong apa yg dok,,?

    • Ternak Online July 14, 2016 at 7:02 am - Reply

      klo bleh tau vaksin utk flu ,mencret, diare atau utk apa soalnya itu beda2 vaksinnya..

Leave A Comment