Bahan Baku

//Bahan Baku
Bahan Baku 2017-06-17T11:53:01+00:00

JUAL BAHAN BAKU PAKAN TERNAK

kulit kopi pakan ternak

KULIT KOPI

Kopi termasuk tanaman yang menghasilkan limbah hasil sampingan yang cukup besar dari hasil pengolahan. Limbah sampingan tersebut berupa kulit kopi yang jumlahnya berkisar antara 50 – 60  persen dari hasil panen. Bila hasil panen sebanyak 1000kg kopi segar berkulit, maka yang menjadi biji kopi sekitar 400-500kg dan sisanya adalah hasil sampingan berupa kulit kopi. Keterbatasan Petani dalam pendidikan membuat penggunaan kulit kopi kurang optimal. Padahal  kulit kopi bisa digunakan sebagai pakan karena kulit kopi mempunyai kecernaan protein sebesar 65%  dan 51,4% untuk kulit biji (Azmi dan Gunawan, 2006).

Kulit kopi cukup potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia baik itu ruminansia kecil maupun ruminansia besar. Kandungan nutrisi kulit kopi non fermentasi seperti protein kasar sebesar 8,49%,(Hasil analisa proksimat Balitnak, 2013) relatif sebanding dengan kandungan zat nutrisi rumput. Namun selain itu  tingginya kandungan serat kasar dan adanya kandungan tanin, cafein dan lignin pada kulit kopi non fermentasi yang dapat mengganggu pencernaan ternak jika diberikan dalam jumlah banyak. Salah satu cara untuk meminimalkan faktor pembatas tersebut adalah dengan proses Fermentasi.

RP 1.400/Kg

pollar pakan ternak

POLLAR

Pollard adalah hasil sampingan penggilingan gandum, granulasinya halus, kaya serat dan berprotein tinggi, cocok untuk digunakan sebagai pakan ternak. Pollard  juga bisa ddigunakan untuk campuran roti (Hayati, 2000). Kandungan air dan protein padapollard dan white brand ini sama, yaitu maksimal 14% dari 100 g pollard. Kandungan abu pada pollard lebih sedikit dibandingkan bran yaitu maksimal 4,5% pada pollard dan 5,5% pada brand. Kandungan lemak pada pollard lebih tinggi dibandingkan white brand, yaitu maksimal 8% untuk pollard sedangkan white bran hanya 7%. Kandungan serat pada pollard ini hanya sekitar 5%. Pollard merupakan sumber energi yang mengandung protein kasar tinggi yaitu sekitar 16%-18%. Kandungan protein dan energi pada pollardmemiliki nilai kecernaan yang tinggi. Kandungan energi dan protein yang terdegradasi di dalam kandungan pollard lebih tinggi dibandingkan dengan bekatul. Pollard sebagai pakan ternak menunjukkan konsumsi per unit dengan menghasilkan retensi nitrogen (N) sebesar 0,243 lebih tinggi dibandingkan bekatul yang hanya menghasilkan 0,108. Nilai retensi N ini berbanding lurus dengan produktivitas ternak. (Chuzaemi et al., 1999).

RP 3.100/Kg

onggok bahan pakan sapi

ONGGOK

Onggok adalah hasil produk samping pengolahan ubi kayu menjadi tapioka. Dari setiap ton ubi kayu bisa  menghasilkan 114 kg onggok. Jumlah tersebut sanagat besar untuk dimanfaatkan dan digunakan sebagai bahan baku pakan ternak.

Onggok sebenarnya memiliki potensi sangat besar sebagai bahan pakan. Kandungan air cukup tinggi (81-85%), Tetapi mutu dan nutrisinya yg rendah (protein kasar(PK) sekitar 1,55% dan serat kasar (SK) 10,44% bahan kering), menjadi pembatas utama pemanfaatan onggok sebagai bahan pakan ternak, baik untuk ternak monogastrik seperti ayam dan bebek,  maupun ternak ruminansia. Seperti sapi, kambing, dan domba. Untuk bisa digunakan sebagai bahan pakan ternak, maka mutu dan kualitas onggok perlu ditingkatkan dengan proses teknologi fermentasi. dan kami menyediakan onggok yang sudah difermentasi.

RP 2.500/Kg

Bungkil-Sawit

BUNGKIL SAWIT

Bungkil inti sawit (BIS) merupakan salah satu hasil samping pengolahan inti sawit dengan kadar 45-46% dari inti sawit. BIS umumnya mengandung air kurang dari 10% dan 60% fraksi nutrisinya berupa selulosa, lemak, protein, arabinoksilan, glukoronoxilan, dan mineral. Bahan ini dapat diperoleh dengan proses kimia atau dengan caramekanik.Walaupun BIS proteinnya rendah, tetapi kualitasnya cukup baik dan serat kasarnya tinggi. Dengan komposisi gizi serta produksinya yang relatif banyak, BIS berpotensi sebagai bahan pakan, baik untuk ternak ruminansia maupun nonruminansia.

Rp 1.600/Kg

bungkil kopra

BUNGKIL KOPRA

Ampas kopra merupakan hasil ikutan yang diperoleh dari ekstraksi daging buah kelapa kering (Woodrof, 1979). Bungkil kopra masih mengandung protein, karbohidrat, mineral, dan sisa-sisa minyak yang masih tertinggal (Child, 1964). untuk itu bungkil sangat berpotensi sebagai bahan pakan ternak sebagai sumber protein.

Rp 3.500/Kg

bungkil-kedelai

BUNGKIL KEDELAI (BKK)

Bungkil kedelai merupakan limbah dari produksi minyak kedelai. Sebagai bahan makanan sumber protein asal tumbuhan, bungkil ini mempunyai kandungan protein yang berbeda sesuai kualitas kacang kedelai. Kisaran kandungan protein bungkil kedelai mencapai 44-51%. Hal ini selain oleh kualitas kacang kedelai juga macam proses pengambilan minyaknya. Pada dasarnya bungkil kedelai dikenal sebagai sumber protein dan energi (Rasyaf, 1994).

Catatan

  • Silahkan hubungi Farm kami untuk ketersediaan dan harga bahan baku jika belum tercantum
  • Bagi supplier bahan baku dipersilahkan untuk memberikan penawaran harga dan sample