Managemen pemeliharaan sapi potong

/, Kabar Umum, Sapi Potong/Managemen pemeliharaan sapi potong

Managemen pemeliharaan sapi potong

Managemen Pemeliharaan Sapi Potong

suatu bisnis sapi akan berjalan dengan lancar salah satunya dengan mangemen yang baik. Kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal jika kita tidak memanage bagaimana pola kandang yang baik, pola pakan, serta bagaimana cara mengobati sapi yang terkena penyakit ataupun terluka. Dari penjelasan tadi menghasilkan 3 poin penting yaitu aspek kandang, aspek pakan, juga aspek kesehatan.

Aspek-aspek Penting dalam Pemeliharaan Sapi Potong

  1. Kandang

    Tujuan dibuatnya kandang adalah sebagai efisiensi dalam pengelolaan ternak yang artinya kandang akan memudahkan segala upaya pemeliharaan ternak. Oleh karena itu dalam membuat kandang kita perlu memperhatikan ketersediaan beberapa hal dibawah ini. Apakah ada atau tidak di lokasi kandang yang akan kita buat karena akan berhubungan erat dengan teknis dan berjalannya fungsi kandang sebagai pendorong sukses dalam usaha ternak.Kandang yang baik adalah

    1. Memenuhi Ketersediaan air dan pakan sehari – hari,
    2. Sumber air untuk membersihkan kandang dan memandikan ternak
    3. Jauh dari pemukiman penduduk / tidak mengganggu kesehatan sekitar
    4. Akses menuju kandang mudah
    5. Posisi kandang berada didataran yang lebih tinggi untuk mencegah genangan air berlebih
    6. Penyaluran limbah maupun kotoran mudah
    7. Sirkulasi udara lancar,
    8. Lantai tidak licin dan bersih
  2. Pakan
    Menurut Hartanto, (2008),  pakan merupakan aspek yang penting karena 70% dari total biaya produksi adalah untuk pakan. Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga bagi ternak. Makin baik mutu dan jumlah pakan yang diberikan, makin besar tenaga yang ditimbulkan dan makin besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk daging. Pemberian pakan berupa hijauan saja tidak mampu meningkatkan atau memaksimalkan produksi ternak. Selain karena sifat hijauan yang voluminous (bulky) juga ketersediaannya yang berfluktuasi  sehingga perlu adanya teknologi pengolahan pakan yang membuat pakan lebih tahan lama dan mudah disimpan serta memiliki palatabilitas tinggi.Hijauan berdasarkan kualitasnya dibagi atas 3 kelompok:

    1. Kelompok hijauan yang berkualitas rendah:
    • Protein kasar di bawah 4% dari bahan kering
    • Energi di bawah 40% TDN dari bahan kering
    • Sedikit atau tidak ada vitamin.

    Hijauan yang termasuk kelompok ini antara lain adalah jerami padi, jerami jagung dan pucuk tebu.

    1. Kelompok hijauan yang berkualitas sedang:
    • Protein kasar berkisar antara 5-10% dari bahan kering
    • Energi berkisar antara 41 – 50% TDN dari bahan kering
    • Kalsium sekitar 0,3%

    Hijauan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah rumput alam, rumput lapangan,rumput gajah, rumput benggala dan rumput kultur lainnya.

    1. Kelompok hijauan yang berkualitas tinggi:
    • Protein kasar di atas 10% dari bahan kering
    • Energi di atas 50% TDN dari bahan kering
    • Kalsium di atas 1,0% .
    • Kandungan vitamin A tinggi

    Hijauan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah leguminosa (lamtoro,kaliandra, gliricidia, alfalfa), dan daun umbi-umbian.

 

  1. Kesehatan
    Hewan termasuk di dalamnya ternak merupakan salah satu bagian dari makhluk hidup yang hidup dengan bernapas, bergerak (aktivitas), tumbuh dan membutuhkan makanan. Kondisi makhluk hidup dibagi menjadi dua yaitu sehat dan sakit. Kondisi sehat dimana dapat berproduksi sedangkan pada kondisi sakit maka aktivitas produksi akan terhambat atau bahkan berhenti sama sekali. Begitu pula dengan ternak. Walaupun sebaik apapun managemen pemeliharaan yang telah dilakukan oleh manusia, peluang terjadinya ternak sakit pasti ada.Penanganan KesehatanPenanganan kesehatan ternak bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan medis pada pejantan yang sakit sehingga ternak yang sakit secepatnya dapat ditangani sesuai dengan gejala klinis yang timbul.

    • Pemberian vitamin

    Pemberian vitamin pada ternak dilakukan secara rutin sebulan sekali. Vitamin yang diberikan antara lain adalah vitamin A, D, dan E. Pemberian vitamin dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan ternak sehingga produkstifitasnya terjaga.

    • Pengobatan

Pengobatan dilakukan apabila telah ditemukan ternak yang di diagnosa sakit berdasarkan pengamatan harian. Pengobatan ternak dilakukan sesuai diagnosa yang telah ditentukan, dengan dosis obat yang telah diperhitungkan sesuai kebutuhan ternak tersebut.

sekian penjelasan tentang pemeliharaan sapi potong semoga bisa bermanfaat.

By | 2016-10-22T02:23:10+00:00 September 5th, 2016|Categories: Info Ternak, Kabar Umum, Sapi Potong|Tags: , , , |1 Comment

About the Author:

One Comment

  1. informatif…..

Leave A Comment