Cacing Hati yang menginfeksi Sapi Kurban

/, Kabar Umum, obat ternak/Cacing Hati yang menginfeksi Sapi Kurban

Cacing Hati yang menginfeksi Sapi Kurban

Penyakit Cacing Hati Pada Sapi

Ahir ahir ini media masa diramaikan dengan adanya cacing hati pada hewan kurban, kejadian itu menimbulkan kerugian yang cukup banyak, pasalnya sapi yang sehat semua bagian tubuhnya bisa dikonsumsi untuk masyarakat. Namun akibat penyakit tersebut bagian daging yang terkena cacing tidak bisa dikonsumsi, alhasil daging tersebut dibuang sia-sia bahkan ada yang sampai dimusnahkan.

Untuk mengantisipasi berulangnya kasus tersebut pada kurban tahun depan, kami memberikan tips agar hewan kurban tidak terserang penyakit cacingan. Cacing hati (Fasciola sp.) cukup banyak dan sudah tak asing lagi dijumpai di lapangan.. Terdapat 2 spesies yang cukup penting di dunia, yaitu Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica. Namun, spesies yang paling sering ditemukan pada sapi di Indonesia yaitu F. gigantica. Secara umum, cacing hati berbentuk gepeng atau pipih seperti daun, namun untuk spesies F. gigantica tubuhnya lebih memanjang dibandingkan F. hepatica. Sesuai dengan namanya cacing hati berhabitat di hati dan saluran empedu. Infestasi cacing ini dikenal dengan istilah fasciolosis.

Siklus hidup cacing F. gigantica dimulai saat cacing dewasa yang berada di hati dan saluran empedu mengeluarkan telurnya. Telur cacing ini kemudian masuk ke dalam usus halus bagian duodenum bersama cairan empedu dan selanjutnya dikeluarkan bersama feses. Di luar tubuh sapi, telur berkembang menjadi mirasidium. Untuk berkembang ke fase berikutnya, mirasidium memerlukan inang antara, yaitu siput muda Lymnaea rubiginosa.

Di dalam tubuh siput, mirasidium berkembang menjadi sporokista, redia dan serkaria. Selanjutnya serkaria yang memiliki kemampuan berenang akan keluar dari tubuh siput. Setelah menemukan tempat yang cocok, serkaria akan berubah menjadi metaserkaria yang berbentuk kista. Kista dapat berada dalam air maupun menempel pada tanaman. Selanjutnya, air dan tanaman yang mengandung kista ini akan menjadi media penularan bagi ternak sapi lainnya jika termakan.

Kasus cacingan terutama sering ditemukan pada saat musim hujan atau kondisi lingkungan lembab dan basah yang umumnya disebabkan oleh manajemen pemeliharaan yang kurang baik. Kondisi tersebut menjadi media yang cocok untuk perkembangan telur cacing menjadi bentuk yang siap masuk ke dalam tubuh sapi.

Beberapa jenis cacing yang menyerang sapi membutuhkan inang antara seperti siput air tawar dalam siklus hidupnya. Pada kondisi yang lembab, hewan ini mampu hidup dan berkembang biak dengan sangat baik. Maka tak heran pada saat musim hujan siput air tawar ini sering kita jumpai karena populasinya yang bertambah banyak. Apabila dikaitkan dengan kasus cacingan pada sapi, kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan resiko serangan parasit cacing pada ternak sapi.

Guna memutus siklus hidup cacing, pemberian rumput segar sangat tidak dianjurkan sebaiknya sistem pemberian rumput dilakukan ketika rumput mulai kering sehingga larva cacing mati dan rumput aman untuk diberikan pada sapi atau rumput dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan pada sapi guna menghindari termakannya larva cacing yang menempel pada rumput.

Untuk sapi yang sudah terserang cacing atau yang sudah menunjukkan gejala cacingan bisa diberikan Obat Fluconix. Fluconix adalah obat injeksi yang dapat mencegah dan mengobati infestasi cacing hati dan cacing pada saluran pencernaan. Adapun dosis pemakaiannya dapat dilihat di sini

Sumber http://info.medion.co.id

By | 2017-09-08T08:15:00+00:00 September 6th, 2017|Categories: Info Ternak, Kabar Umum, obat ternak|Tags: , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment